October 18, 2021

digmydog-Design

Anything but ordinary

3.4 Miracles of Sleeping: What make us Sleep?

Apa yg membuat kita tidur?

Pertanyaan macam apa pula itu? Samaan nih pembaca, saya juga ketika membaca pertanyaan ini bergumam hal yg sama :). Tentu saja NGANTUK yg membuat kita tidur yaaaa… gak usah pinter2 :). Akan tetapi… ternyata ada proses yg kita perlu ketahui agar nanti di dalam menyelesaikan masalah tidur bisa lebih maknyoss solusinya :).

Ternyata banyak issue yang berperan di dalam mempersiapkan butuh kita untuk sampai jatuh tertidur dan ketika bangun kembali. Kita, seperti yg pembaca juga sudah ketahui, memiliki “jam tubuh” atau “human body clock” yg mengatur tubuh kita kapan harus bangun dan kapan tubuh sudah siap untuk tidur. Jam tubuh kita secara umum memiliki ritme 24 jam-an yg terus berulang, dikenal juga sebagai circadian rhythm.

Ada 2 proses yg saling berhubungan di dalam proses menuju kita tertidur ini: 

Pertama adalah tekanan untuk tidur yg terbentuk setiap jam kita terjaga / bangun. Hal ini yg mendorong keinginan tidur memuncak pada malam hari, dimana semua orang jatuh tertidur. Selama kita pada kondisi bangun, ada semacam organic compound yang disebut adenosine, yg levelnya semakin lama semakin banyak di otak kita. Pertambahan adenosine di otak kita ini yg memberikan sinyal ke otak untuk tidur. Dan selama kita tidur, badan kita menghancurkan adenosine it.

Proses kedua melibatkan jam tubuh kita. Jam tubuh kita ini berhubungan erat dengan beberapa isyarat dari lingkungan kita, seperti cahaya terang, gelap dan hal lain yang membuat kita merasa segar atau ngantuk.

Sebagai contoh, sinar terang (terutama yg mengandung komponen sinar biru / blue light-weight) yang diterima mata, memberikan sinyal ke space khusus di otak kita bahwa saat itu siang hari (daytime). Location khusus di otak ini juga membantu menyelaraskan  jam tubuh kita dengan siang dan malam.

Tubuh kita mengluarkan zat kimia secara teratur berdasarkan jam tubuh kita. Ketika mulai gelap, tubuh kita mengeluarkan hormone yg disebut melatoninMelatonin ini yg memberikan sinyal ke tubuh kita sudah saatnya untuk siap2 tidur, dan membantu kita untuk merasakan kantuk. 

Jumlah melatonin di aliran darah kita semakin memuncak seiring dengan semakin larutnya malam. Para ahli percaya, memuncaknya melatonin di dalam aliran darah kita merupakan bagian paling penting bagi tubuh untuk mempersiapkan diri untuk tidur.

Nah jika pada malam hari terutama ketika sebelum tidur, kita bermandikan cahaya lampu synthetic seperti dari lampu LED, HP, Desk atau Television maka hal ini akan mengganggu proses terbentuknya melatonin ini, sehingga membuat kita menjadi sulit tidur.

Entah kebetulan atau tidak, sejak saya mengganti lampu di atas ranjang saya, dari yg tadinya berwarna putih (Daylight) menjadi heat white, sepertinya kualitas tidur saya membaik.

Sebelumnya, sejak kurang lebih setahun lalu, saya mengganti lampu di atas ranjang saya dengan warna daylight dengan daya paling besar supaya kamar saya terang benderang seperti siang hari. Entah karena itu juga tidur saya jadi agak kacau. Nanti di belakang kita membahas hal ini lebih panjang lebar mengenai Blue Light ini.

Nah jika melatonin menyebabkan kita mengantuk pada malam hari, ketika pagi hari seiring dengan meningkatnya sinar matahari pagi, tubuh melepaskan hormone Cortisol yg mempersiapkan tubuh kita untuk bangun.

Hebat ya… :p. Jadi ada hormone yg membuat kita ngantuk, ada juga hormone yg membuat kita melek alias bangun.

Waktu dan irama tubuh kita ternyata tidak sama pada kelompok umur berbeda. Remaja jatuh tertidur lebih malam daripada anak2 dan orang dewasa. Salah satu penyebab adalah karena melatonin pada remaja mencapai puncak lebih malam. Sebagai akibatnya remaja2 lebih memilih tidur telat dan kemudian tidur kembali di pagi hari dibandingkan orang dewasa. Hmmm… baru tahu kenapa susah banget nyuruh remaja2 tidur awal… dan kenapa pula mereka suka molor di pagi hari.

Manusia juga perlu tidur lebih pagi masa awal hidupnya, ketika mereka bertumbuh dan berkembang. Sebagai contoh adalah bayi yg baru lahir, tidur lebih dari 16 jam sehari, dan anak2 usia pre-college perlu tidur siang. 

Anak kecil cenderung tidur lebih awal. Sedang remaja cenderung tidur lebih di pagi hari. Juga orang dewasa, semakin tua cenderung tidur lebih awal dan bangun lebih pagi. Selain itu ternyata pola dan type tidur juga berubah dengan perubahan umur. Semisal bayi baru lahir lebih banyak mengalami REM Snooze, sedangkan jumlah Gradual-wave Rest (Non-REM Rest) memuncak pada masa kanak2 dan kemudian secara drastis berkurang setelah puber berlanjut dengan bertambahnya umur.

Berikut setelah mengetahui apa yg membuat kita tidur, kita bahas mengenai berapa lama dan kapan kita harus tidur?